"3rb pp = 6rb x 30hr = 180rb adalah biaya angkotmu sebulan," kata sopir angkot itu. "Kenapa gak nyicil sepada motor saja, toh gajihmu cukup untuk itu. 180rb itu tinggal ditambah sedikit saja untuk membayar cicilan," katanya lagi.
Sekilas aku membenarkan perkataannya. Tapi setelah aku turun dari angkot itu, pikiranku berubah lagi. Selain masih ada keperluan lain sehingga tidak memungkinkanku untuk kredit sepeda motor seperti kata sopir angkot itu, aku juga tidak suka kredit. Lagipula.. Semestinya engkau senang wahai sopir angkot sesenang aku membayar jasamu, dengan terselip niat berbagi.
Yah... Aku ingin berbagi denganmu para sopir angkot. Aku bangga naik angkotmu yang selain telah berjasa mengantarkanku, juga tak jarang aku mendapatkan inspirasi di sana, di dalam angkotmu.
Lagipula... Aku belum bisa mengendarai sepeda motor.
31 januari 2012, fil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar